Jawaban Pertanyaan UAT

Nama                    : Hesthi Setyoprathiwi

NIM                       : P056090123.32E

Angkatan             : E-32

Jawaban Pertanyaan :

1. Apa yang membedakan pengembangan software dengan pengembangan sistem informasi? Jelaskan!

Pengembangan software merupakan salah satu bagian kegiatan untuk pengembangan sistem informasi secara keseluruhan. Pengembangan software terdiri dari kegiatan 1) analisa kebutuhan, 2) perancangan software dan 3) implementasi software yang telah dibuat. Sedangkan Rekayasa sistem informasi juga mencakup ketiga kegiatan tersebut, namun yang paling penting dari rekayasa sistem informasi adalah tahap proyek manajemen. Rekayasa Sistem Informasi melibatkan perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), sumber daya manusia, jaringan, dan kebijakan. Berikut adalah tahapan rekayasa software dan rekayasa sistem informasi :

Dalam pembuatan software terdapat beberapa model, yaitu :

–          Code and Fix

–          System Development Life Cycle (SDLC)

–          Prototype

–          Spiral

Sementara untuk proyek manajemen terdiri dari lima tahapan, yaitu :

–          Perumusan masalah (Initiating/Defining)

–          Perencanaan (Planning)

–          Pelaksanaan (Executing)

–          Kontrol (Controlling)

–          Penyelesaian (Closing)

2. Seringkali terjadi suatu kesalahan besar yang berakibat fatal pada organisasi, ketika mereka melakukan pengalihan/konversi dari sistem lama ke suatu sistem yang baru. Jelaskan mengapa fenomena ini terjadi! Jelaskan pula berbagai cara dalam pengkonversian sistem, dengan berbagai asumsinya agar kesalahan tersebut tidak terjadi!

Kegagalan sering terjadi akibat dipaksakannya penggunaan sistem baru dalam organisasi tersebut, walaupun organisasi tersebut belum siap secara keseluruhan. Penggunaan sistem baru hendaknya dilakukan jika organisasi telah memiliki kesiapan baik dari sisi hardware, software dan service maupun dari segi sumber daya manusia yang akan menjalankan sistem tersebut. Harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu tentang kesiapan penerimaan dan penggunaan sistem baru.

Faktor yang harus diperhatikan pada hardware antara lain faktor performance, biaya, dapat diandalkan, compatibility, ergonomics, konektivitas dan sesuai kebutuhan software. Faktor yang harus dievaluasi pada software adalah kualitas, efisiensi, fleksibilitas, keamanan, konektifitas, perawatan, dokumentasi dan hardware yang dibutuhkan untuk pengembangan software. Sedangkan dari sisi service yang perlu dievaluasi adalah penampilan, pengembangan sistem, perawatan dan konversi sistem.

Kunci keberhasilan dari pengembangan sistem baru dan untuk menghindari terjadinya kesalahan yang berakibat fatal adalah sebagai berikut :

–          Testing, harus dilakukan untuk menguji keberhasilan sistem yang telah disiapkan dengan kesesuian penggunaannya di perusahaan.

–          Konversi data, harus dapat dilakukan dengan baik karena data dari sistem lama pasti masih dibutuhkan perusahaan sehingga harus dapat ditransfer dan digunakan pada sistem baru.

–          Dokumentasi, merupakan bagian penting dari proses implementasi. Contoh dari dokumentasi antara lain display screen, form, laporan untuk contoh data entry.

–          Training, merupakan aktivitas implementasi yang vital. Sistem yang sangat baik sekali pun tidak akan berjalan tanpa didukung sumberdaya manusia yang paham dan dapat menjalankan sistem baru tersebut.

Untuk menghindari kesalahan, maka konversi sistem baru juga harus dilakukan dengan strategi yang tepat, sesuai dengan keadaan organisasi yang akan menggunakan sistem tersebut.  Terdapat empat bentuk umum konversi sistem, yaitu :

–  Direct Convension

Strategi ini merupakan strategi paling simple, namun yang paling mengganggu bagi perusahaan terutama jika perusahaan belum siap menerima sistem baru.

Sumber : O’Brien and Marakas (2010)

Pada strategi ini sistem lama langsung dimatikan dan sistem bau diterapkan pada saat bersamaan. Walaupun strategi ini merupakan solusi yang paling mudah dan murah jika sistem baru sudah sangat diperlukan dan tidak dimungkinkan diterapkan dua sistem pada saat bersamaan, namun startegi ini paling beresiko mengalami kegagalan.

–  Parallel Convertion

Pada strategi ini sistem lama dan sistem baru dijalankan bersama-sama sampai dengan pengguna sistem dan kordinator proyek benar-benar yakin bahwa sistem baru berfungsi dengan benar dan sistem lama tidak lagi dibutuhkan. Walaupun memiliki resiko rendah, penggunaan strategi ini membutuhkan biaya paling tinggi.

Sumber : O’Brien and Marakas (2010)

–  Pilot Convertion

Pada strategi ini dimungkinkan jika sistem baru akan diterapkan di lebih dari satu lokasi. Pilot Convertion memungkinkan konversi sistem baru menggunakan metode direct atau parallel, pada satu lokasi. Keuntungan dari strategi ini adalah suatu lokasi dapat memilih strategi yang sesuai kondisi organisasi, namun dengan resiko kehilangan waktu yang kecil. Ketika konversi di lokasi Pilot sudah selesai, maka dilakukan evaluasi permasalahan sehingga diharapkan permasalahan tersebut tidak akan terjadi lagi di lokasi lain.

Sumber : O’Brien and Marakas (2010)

–  Phased Conversion

Disebut juga strategi konvensi bertahap, merupakan stragi yang berupaya mengambil kelebihan dari konvensi direct dan parallel dengan meminimalkan resiko yang terjadi. Dengan tambahan pendekatan pada konversi yang memungkinkan sistem baru diterapkan sebagai seri komponen fungsi yang secara logika dapat meminimalkan gangguan pada end user dan bisnis proses. Walaupun menimbulkan resiko lebih rendah, strategi ini menghabiskan waktu paling lama dan terus menerus dapat mengganggu organisasi.

Sumber : O’Brien and Marakas (2010)

3. Apa urgensi maintainability dari suatu software? Jelaskan!3

Software maintainability adalah kemampuan suatu program komputer dapat dipertahankan pada bentuk awalnya dan dapat dikembalikan ke bentuk tersebut jika terjadi kegagalan. Kemampuan software diperbaiki dan digunakan kembali seperti semula dapat mengurangi tingkat pembelian software sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas software yang digunakan. Aktivitas dari perbaikan (maintanance) adalah :
– penyempurnaan (perfective)                  : 50%

– perbaikan (corrective)                             : 21%

– penyesuaian (adaptive)                           : 25%

– pencegahan kerusakan (preventive)    : 4%

4. Apa yang saudara ketahui tentang ERP (enterprise resource planning) dan bagaimana implementasi sistem informasi yang berbasiskan ERP. Jelaskan!

ERP (enterprise resource planning) adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap.  ERP juga dapat diartikan sebagai software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu system komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

Berikut komponen aplikasi umum dari system ERP adalah :

–          Rencana produksi (production planning)

–          Logistik terintegrasi (integrated logistics)

–          Akunting dan Finansial (accounting and finance)

–          Sumber Daya Manusia (Human Resources)

–          Distribusi penjualan dan manajemen order (sales distribution, order manajemen)

Keuntungan dari ERP adalah :

–          Kualitas dan efisiensi

–          Pengurangan biaya

–          Pengambilan keputusan

–          Kepandaian perusahaan

Faktor yang menyebabkan kegagalan penerapan ERP antara lain :

–          Meremehkan kompleksitas perencanaan, pengembangan dan pelatihan.

–          Kegagalan melibatkan karyawan yang berperan dalam perencanaan dan pengembangan

–          Mencoba melakukan banyak hal dalam waktu singkat

–          Tidak cukup pelatihan pada tugas-tugas baru

–          Kegagalan dalam konversi data dan pengujian yang cukup

–          Kepercayaan terlalu tinggi pada perusahaan vendor atau konsultan ERP

Sumber Informasi :

O’Brien, James A. and George M. Marakas. 2010. Introduction to Information Systems, 5th ed. Mc. Graw-Hill/Irwin. New York.

http://www.businessdictionary.com/definition/insourcing.html

http://www.wikipedia.com

Perancangan Sistem Informasi

Analisa

Perancangan

Implementasi


Metode Outsourcing pada Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)

Nama               : Hesthi Setyoprathiwi

NIM                : P056090123.32E

Angkatan        : E-32

I. PENDAHULUAN

Saat ini hampir setiap perusahaan dan organisasi memiliki sistem informasi tersendiri untuk mendukung pencapaian tujuannya. Sistem Informasi adalah sekumpulan orang, hardware, software, prosedur dan sumber daya yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Manfaat dari penggunaan Sistem Informasi di perusahaan antara lain meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam bisnis proses, membantu pengambilan keputusan manajerial dan mempermudah komunikasi dalam kelompok kerja (O’Brien, 2005).

Tujuan umum sistem informasi manajemen adalah menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. Selain itu juga menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Manfaat dari penggunaan Sistem Informasi di perusahaan adalah antara lain meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam bisnis proses, membantu pengambilan keputusan manajerial dan mempermudah komunikasi dalam kelompok kerja.

Sistem Informasi juga digunakan di lembaga negara untuk mendukung bisnis proses di lembaga tersebut. Salah satu Lambaga Negara yang menggunakan sistem informasi adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tugas dan fungsi BKPM secara umum adalah melakukan pengkoordinasian kegiatan yang berhubungan dengan penanaman modal di Indonesia. Salah satunya adalah kegiatan pelayanan perizinan dan non perizinan di bidang penanaman modal.

Pemerintah saat ini sedang berusaha menigkatkan iklim dan realisasi investasi. BKPM dituntut agar dapat mendukung penuh program tersebut. Salah satu yang diusahakan oleh pemerintah melalui BKPM adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Untuk mendukung kegiatan tersebut, terdapat beberapa Peraturan Kepala BKPM yang mengatur pelaksanaan PTSP tersebut, yaitu :

v     Peraturan Kepala BKPM No.11 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Pelaksanaan, Pembinaan, dan Pelaporan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal.

v     Peraturan Kepala BKPM No.12 Tahun 2009 Tentang  Pedoman dan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal.

v     Peraturan Kepala BKPM No.13 Tahun 2009 Tentang Pedoman dan Tatacara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.

v     Peraturan Kepala BKPM No.14 Tahun 2009 Tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik.

Pada Perka No. 14 Tahun 2009 diatur tentang tata laksana penyelenggaraan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) guna mendukung keberhasilan program PTSP dan pada akhirnya diharapkan dapat menyebabkan peningkatan investasi di Indonesia.

Penyiapan SPIPISE menjadi salah satu tugas dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BKPM. Dalam hal penyediaan sistem informasi yang dibutuhkan dalam SPIPISE, Pusdatin BKPM tidak melaksanakan sendiri dengan menggunakan sumber daya internal yang ada, namun memanfaatkan jasa outsourcing yang ditunjuk melalui proses tender pengadaan barang dan jasa.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pengembangan Sistem informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi sebuah perusahaan atau organisasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara, yaitu insourcing, co-sourcing dan outsourcing.

Insourcing adalah mendelegasikan pekerjaan kepada seseorang di dalam perusahaan, sebagai lawan dari seseorang di luar perusahaan (outsourcing). Salah satu alasan untuk melakukan insourcing antara lain jika perusahaan outsourcing sebelumnya yang diberikan tugas tertentu tidak memberikan kepuasan dalam menyelesaikan tugas tersebut. Perusahaan kemudian menunjuk seorang yang dipercaya dari dalam perusahaan untuk melakukan pekerjaan tersbut dengan lebih baik.

Outsourcing dalam organisasi berarti pembelian/pengadaan barang atau jasa kepada pihak ketiga, yang sebelumnya disediakan secara internal (O’Brien and Marakas, 2010). Sedangkan menurut Wijers and Verhoef (2009), outsourcing adalah memindahkan aktivitas bisnis kepada pihak ketiga. Outsourcing juga diartikan transfer layanan(yang akan diterapkan), staf dan aset yang berhubungan, ke penyedia layanan khusus dan kemudian menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai jangka waktu kontrak, tingkat kualitas layanan dan kompensasi finansial yang sesuai dengan perjanjian.

Outsourcing dalam Teknologi Informasi berkembang menjadi pilihan bisnis strategik dewasa ini. Organisasi semakin fokus pada kompetensi intinya, dan kemungkinan untuk melakukan kontrak secara teknis semakin berkembang. Kebanyakan organisasi sekarang mempertimbangkan pilihan operasi dengan biaya lebih efisien dan penyedia eksternal dapat menyediakan pelayanan IT dengan biaya rendah (Wijers and Verhoef, 2009).

Ada beberapa alasan mengapa suatu organisasi menggunakan outsourcing untuk penyediaan siste informasinya seperti yang diungkapkan oleh O’Brien and Marakas (2010) dalam Tabel 1. Dalam Tabel 1 juga dijabarkan faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan vendor outsourcing, faktor yang mendukung suksesnya outsourcing dan wilayah IT yang dapat diberikan kepada outsourcing.

Tabel 1. Hal-hal yang Berhubungan dengan Outsourcing

Keuntungan daripada Insourcing antara lain:

  1. Tingkat pengawasan tinggi.
  2. Dapat melihat secara keseluruhan dari proses.
  3. Lebih ekonomis dalam hal ruang lingkup dan ukuran.

Kekurangan daripada Insourcing adalah :

  1. Mengurangi fleksibilitas strategi.
  2. Membutuhkan investasi yang tinggi.
  3. Supplier yang berpotensi memberikan produk dan layanan yang mahal.

III. PEMBAHASAN

Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik (SPIPISE)  adalah Sistem Elektronik pelayanan perizinan dan nonperizinan yang terintegrasi antara BKPM dan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang memiliki kewenang perizinan dan nonperizinan, PDPPM dan PDKPM. Peraturan Kepala BKPM No. 14 Tahun 2009 dimaksudkan untuk mengatur penanaman modal, penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang penanaman modal, serta instansi teknis dalam mengajukan permohonan, atau penyelenggaraan perizinan dan non perizinan dengan SPIPISE. SPIPISE terdiri dari subsistem informasi penanaman modal, subsistem pelayanan penanaman modal dan subsistem pendukung.

Untuk mendukung pelaksanaan peraturan tersebut, maka dibutuhkan suatu piranti lunak (software) yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan tersebut. Walaupun pembuatan sistem informasi tersebut menjadi tanggung jawab Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), namun BKPM lebih memilih metode outsourcing daripada insourcing dalam melaksanakan pengadaan software tersebut. Hal ini karena pertimbangan sebagai berikut :

  1. Mengurangi dan mengontrol biaya operasi.

Pemilihan pihak ketiga telah mempertimbangkan faktor biaya yang dihitung secara keseluruhan dari awal hingga akhir waktu pengerjaan, sehingga biaya dapat diketahui dan dikontrol sejak awal pengerjaan.

  1. Tidak tersedianya sumber daya yang dibutuhkan di internal BKPM.

Kurangnya sumber daya yang tersedia di internal BKPM sehingga apabila pekerjaan tersebut akan dikerjakan insourcing dibutuhkan tambahan sumberdaya seperti SDM dan peralatannya, yang pastinya akan membutuhkan dana besar.

  1. Sumber daya yang ada dialokasikan untuk fungsi lainnya

Sumber daya yang tersedia sebenarnya bisa digunakan, namun karena dibutuhkan untuk menangani pekerjaan yang lebih substansial, maka lebih baik menggunakan outsourcing untuk menangani pekerjaan yang bersifat teknis.

  1. Membagi resiko

Pekerjaan pembuatan sistem tentunya memiliki resiko atas kegagalan dan kerusakan. Dengan menggunakan outsourcing, maka apabila terjadi kerusakan pihak internal dapat meminta vendor untuk memperbaikinya.

Jika pekerjaan pengadaan sistem informasi dilaksanakan dengan insourcing, maka hal-hal tersebut sulit untuk didapat. Terutama untuk masalah sumber daya, seperti sumber daya manusia. Jika BKPM secara khusus merekrut orang yang ahli dalam pembuatan sistem belum tentu setelah proyek tersebut selesai, para ahli tersebut masih memiliki pekerjaan yang khusus. Hal tersebut akan menyebabkan adanya tenaga kerja yang tidak efisien.

Pemilihan vendor pelaksana pekerjaan dilakukan dengan metode penunjukan pihak ketiga melalui proses lelang. Perusahaan calon penyedia sistem tersebut harus mengajukan penawaran kepada panitia pengadaan barang dan jasa di BKPM. Setelah dilakukan dan ditentukan pemenangnya, pekerjaan tersebut baru dapat dilaksanakan. Dalam penentuan pemenang, panitia pengadaan barang dan jasa memiliki kriteria yang harus dipenuhi, antara lain :

  1. Komitmen pada kualitas, artinya vendor dapat memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.
  2. Harga, harus realistis dan sesuai dengan pagu anggaran yang ada
  3. Referensi/reputasi, dilihat dari pengalaman vendor tersebut melaksanakan pekerjaan yang serupa.
  4. Waktu kontrak yang fleksibel, walaupun telah tertulis waktu penyelesaian pekerjaan, namun bila masih dibutuhkan vendor tersebut masih berkenan untuk dimintakan bantuannya.
  5. Kemampuan sumber daya, melihat sumber daya yang dimiliki vendor untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Pekerjaan yang dilakukan oleh vendor tersebut meliputi :

  1. Pengembangan aplikasi
  2. Pelatihan, untuk user yang berhubungan langsung dengan sistem
  3. Perawatan dan perbaikan
  4. Konsultasi dan pembangunan ulang

Dalam melaksanakan pekerjaannya, vendor tersebut harus memperhatikan faktor-faktor yang menentukan keberhasilan pekerjaan yang dilakukan antara lain harus adanya kesamaan tujuan dan persepsi tentang sistem yang akan dibuat, antara vendor dengan user. Untuk mencapai kesamaan tersebut harus terjalin komunikasi yang terbuka antar individu atau kelompok yang terlibat.

IV. KESIMPULAN

Pemilihan metode outsourcing atau insourcing dalam suatu organisasi tergantung dari berbagai faktor. Idealnya seluruh pekerjaan dikerjakan secara insourcing dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Namun jika hal tersebut tidak efisien dan akan mengganggu fokus dalam menjalankan core-business, maka pekerjaan dapat dilakukan secara outsourcing.

Dalam kasus penyiapan SPIPISE menjadi salah satu tugas dari salah satu biro di BKPM, yaitu Pusat Data dan Informasi. Dalam hal penyediaan sistem informasi yang dibutuhkan dalam SPIPISE, Pusdatin BKPM tidak melaksanakan sendiri dengan menggunakan sumber daya internal yang ada, namun memanfaatkan jasa outsourcing yang ditunjuk melalui proses lelang.

Pemilihan metode outsourcing didasarkan pada beberapa alasan, antara lain mengurangi dan mengontrol biaya operasi, tidak tersedianya sumber daya yang dibutuhkan di internal BKPM, sumber daya yang ada dialokasikan untuk fungsi lainnya dan kemudahan membagi resiko.

DAFTAR PUSTAKA

O’Brien, James A. and George M. Marakas. 2010. Introduction to Information Systems, 5th ed. Mc. Graw-Hill/Irwin. New York.

Wijers, Gerard and Denis Verhoef. 2009. IT Outsourcing Part I : Contracting The Partner – A Management Guide. Van Haren Publishing. Netherlands

http://www.businessdictionary.com/definition/insourcing.html

KOMENTAR TERHADAP BLOG

1.   http://itkelinik.com/?p=113&cpage=1#comment-92

Saya setuju bahwa kegagalan outsourcing IT project sering terjadi karena kurangnya perencanaan dan keterlibatan user.
vendor outsourcing harus melibatkan user internal yang mengerti substansi dan tujuan organisasi, untuk memberikan informasi kpd vendor tsb dalam proses perencanaan dan pembuatan sampai dengan penyelesaian proyek.

2.   http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html?

Info yang bagus untuk menambah wawasan tentang kelebih dan kekurangan setiap metode. Setiap organisasi memiliki pilihan masing-masing sesuai kebutuhan perusahaan dalam pencapaian tujuannya. Terimakasih..

3.   http://adelaide.ec21bloger.com/2010/07/27/is-outsource-website-development-services-beneficial/comment-page-1/#comment-933

I agree with you that the more efficient use of outsourcing to create a website for your marketing needs, but you have to chose a right development company.
You can give more attention to running the firm core competency.

4.   http://www.sharingvision.biz/2010/05/03/it-outsourcing-update-2010/comment-page-1/#comments

Wah materinya bagus sekali untuk diikuti oleh perusahaan atau organisasi yang akan memutuskan apakah akan menggunakan insourcing atau outsourcing dalam melaksanakan suatu proyek atau pekerjaan, karena dibahas keuntungan dan kerugian serta resiko penggunaan outsourcing..smoga akan ada even2 spt ini yang lebih dipubilkasikan..sukes!

5.   https://www.blogger.com/comment.g?

Artikel yang menarik..sedikit pendapat saya, End User Development baik dilakukan apabila sumber daya internal mendukung pelaksanaan pekerjaan. Namun outsourcing juga masih dapat dilaksanakan, dengan melibatkan PIC internal yang dapat memberikan informasi yang terbuka dan jelas untuk membantu vendor menyelesaikan pekerjaannya..tks..:)

6.   http://blog.i-tech.ac.id/zarra/2009/08/10/outsourcing-pengolahan-data/#comment-70

masalah kerahasiaan jg yang sempat terlintas di pikiran saya..input data dengan jasa outsourcing dapat menghemat waktu karyawan internal, namun memang perlu kontrak perjanjian yang ketat, terutama bila menyangkut data yang bersifat rahasia dan penting…tks

7.   http://ferry1002.blog.binusian.org/?p=128

melalui pembahasan di atas, menambah pengetahuan tentang keuntungan dan kekurangan setiap metode pengadaan sistem informasi. saya berpendapat bahwa untuk menentukan metode mana yang akan digunakan harus dipertimbangkan dari sisi efisiensi, efektifitas dan resiko.

8.   http://www.makalahmanajemen.com/2010/06/manajemen-sistem-informasi.html#comment-form

pembahasan yang menarik tentang sistem informasi manajemen..jadi menurut anda, outsourcing dapat digunakan perusahaan untuk menghadapi perubahan..perubahan yg bagaimana ya? tks 🙂

9.   http://stevendavid.blog.binusian.org/2009/12/03/it-sourcing-methods/#comment-53

penjelasan yang enak untuk dibaca karena dikemas dengan tabel2 berbandingan yang menarik..untuk pemilihan metode yang dipilih menurut saya tergantung dari kesiapan sumber daya perusahaan, efektifitas, efisiensi, biaya dan tingkat resiko…sukses

10. http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-outsourcing-bidang-teknologi-informasi-8.html#CommentForm

Menurut saya penggunaan outsourcing tetap dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor efisiensi dan resiko..harus ada pengawasan dan perjanjian kerahasiaan dengan user..thx..

11. http://nikoerg.blogspot.com/2009/08/is-development-outsourcing.html

saya setuju bahwa ousourcing dapat membantu kerja perusahaan. utnuk pemilihan vendor, selain aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial perlu diperhatika juga faktor resiko, apalagi jika pekerjaan yang di-outsourcing-kan menyankut data perusahaan..tks

12. http://wildawilda.wordpress.com/wp-comments-post.php

Menurut saya untuk penggelolaan pengendalian pengamanan sistem informasi masih Efektif dilakukan secara insourcing oleh internal perusahaan.

13. http://bakoelkomputer.info/virtualstore/blog/?p=123&cpage=1#comment-4312

Outsourcing untuk pengadaan IT lebih efektif dan efisien jika telah disesuiankan dengan kebutuhan perusahaan dalam bisnis proses dan tujuannya

14. http://rivafauziah.wordpress.com/wp-comments-post.php

penawaran yang menarik, karena menawarkan bukan hanya pembangunan sistem tapi sampai tahap perawatannya..yang perlu diperhatikan apakah ada jaminan kerahasiaan data dari perusahaan?terima kasih

15. http://blogs.konsep.net/micowendy/2008/portal-outsourcing-it-consultant-pm-indonesia/comment-page-1/#comment-997

portal informasi seperti ini dibutuhkan untuk perusahaan yang membutuhkan informasi outsourcer IT..sukses! 🙂

16. http://lianna.blog.binusian.org/wp-comments-post.php

pembahasan yang lengkap tentang kelebihan dan kelemahan serta tahapan outsourcing..bermanfaat sekali untuk referensi..terima kasih

17. http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html?

perkembangan e-commerce saat ini sangat baik, pembuatan soft ware yang mendukung e-commerce dapat dilakukan oleh outsourcing

18. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html/comment-page-1#comment-166

UKM juga membutuhkan Sistem informasi untuk mendukung usahanya. untuk membantu perusahaan fokus pada core-business, maka pembuatan SI dapat didelegasikan pada outsourcing

19. http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-71

Saya setuju bahwa outsourcing menjadi pilihan karena tugas manajemen yang banyak dan cenderung kekurangan waktu, sementara harus mengejar target kinerja yang diinginkan. Namun tetap harus memperhatikan efektifitas dan efisiensi serta resiko yang ada.

20. http://swa.co.id/2006/08/metrodata-tetap-fokus-pada-it-outsourcing-dan-distributor/comment-page-1/#comment-1721

Perusahaan outsourcing IT harus dapat melihat peluang dan kepentingan pasar/konsumen.


Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB




Skip to toolbar